Home » AIUNA » Teruntuk Dindaku

Teruntuk Dindaku

Meski hanya baru satu bulan lebih
Keceriaan itu begitu indah
Ketika kita saling bercanda
Saling menggelitiki satu sama lain
Kau berkata, “ad, tau gak? kalo orang yang gelian itu tandanya penyayang”
Maka bersegeralah kita berlomba-lomba untuk “sok-sok” geli jika digelitiki ^^

Badai yang datang menghampiri belum besar memang
Bukan bermaksud untuk mendo’akan akan datangnya badai yg besar
Tetapi bagaimanapun juga kita harus terus berproses
Berevolusi agar menjadi semakin baik
Menuju derajat Mutaqqin

Dalam kurun waktu itu,
Ku temukan, memang kaulah bidadari ku
Penyempurna separuh ibadahku
Dosen bagi anak-anak kita kelak di madrasah cinta keluarga kita
Ku temukan pula,
Kau memang seorang pribadi sholihah
Begitu khusuknya kulihat kau berdoa di 1/3 malam cinta
Entah kau berdo’a apa

Kuingat sudah banyak yang kita lakukan di kurun waktu itu
Bersilaturahmi ke teman-teman dan keluarga kita
Memasak bersama (Alhamdulillaah ya dinda, baru hangus satu kali :D)
Belajar tahsin bersama
Menonton film bersama
Qiyamul lail bersama
Pergi ta’lim bersama
Menimba ilmu bersama
Tertawa bersama
Bermimpi tentang masa depan bersama
Merajut visi dan misi bersama
Saling mengingatkan satu sama lain
Tentunya semua itu kita lakukan, Lillaah dan fillaah.

Ibarat kata, baru seumur jagung usia pernikahan kita
Tapi sudah banyak hal yang kita lalui
Dan aad yakin, akan lebih banyak hal lagi yang akan kita lalui
Entah itu pelukan hangat kebahagiaan
Belaian lembut keceriaan
Ataupun sapaan dari sang badai

Bagaimanapun kondisi yang akan menghampiri
Tetap eratkan pegangan iman kita
Tetap dekap hangat taqwa sebagai penguat

Masih banyak mimpi yang belum kita wujudkan
Masih banyak harapan yang akan kita jalankan
Insya Allaah, akan kita rajut dalam tali kebersamaan

Hari ini bertambah satu hitungan usiamu sayang
Itu artinya semakin dekat hitungan kepada batas waktu kita didunia
Ahhh, sebenarnya itu hanya bilangan tahun
Sejatinya setiap hembusan nafas kita adalah selangkah kita menuju akhir
Yang perlu kita perjuangkan adalah agar akhir cerita itu akan berakhir dengan khusnul
Semoga disisa usia kita yang tersisa Allaah memberikan keberkahan

Teruntuk khusus bagimu istriku, bidadariku
Semoga Allaah senantiasa menjagamu
Senantiasa memberkahimu
Senantiasa memberikan jalan terang hidayah
Senantiasa menjadikanmu seorang pembelajar yang tangguh
Senantiasa menjadikanmu lebih baik lagi
Merupakan sebuah kebahagiaan dan kebanggaan bagiku, bisa memperistri seorang seperti kau

Tetapkanlah tanamkan dalam hati kita, anak – anak kita (kelak jika Allaah mempercayai kita untuk memegang amanah sebagai orang tua)

Bahwa:
Allaahu ghoyatuna
ArRasul qudwatuna
Al Quran dusturuna
Al jihadu sabiluna
Al mautu fii sabilillaah asma amanina

Terima kasih telah memilihku sebagai pendamping hidupmu

“selamat milad istriku, belahan jiwaku”

suamimu tercinta

~aad~

Re-Post from hubbitucinta.blogspot.com
25 Feb 2010

*Aad adalah panggilan dari Ummu Kafaa sebelum hamil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>