Home » AIUNA » Pertemuan Kami “Versi Miu”

Pertemuan Kami “Versi Miu”

Hmmm.. Alhamdulillaah akhirnya ada kesempatan mengisi blog ini..
Fiuuuh..

Sebenarnya sih, aku tidak begitu suka bila tulisan ku di muat d seluruh penjuru dunia 😀 dikarenakan aku tidak bisa menuliiiiissss. Hehehe
Tapi mau bagaimana lagi jika suamiku memaksa. Aku kan ingin menjadi istri yang solehah, yang selalu menuruti apa kata suami. Hihihi
Baiklah jika itu yang beliau (suamiku) inginkan, akan aku laksanakan. Demi kami.. 😀
So.. This is the story…

Subhaanallaah, Maha Suci Allaah yang telah menciptakan ku dari tulang rusuk seorang yang begitu penyabar dan penyayang. Hanya Allaah lah yang Maha Tau apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Betul Tak?
Karena terbentuknya keluarga AIUNA yang sederhana dan insya Allaah bersahaja ini semata-mata karena kuasaNya. Allaahu Akbar.

Terima kasih Yaa Rabb. Terima kasih cintaaa.
Semoga aku adalah ujian bagimu sebagai ladang amalmu.

Entah kapan tepatnya aku kenalan dengannya. (sepertinya kami ga pernah kenalan yah? hihihi)
Tapi, seingatku sih selama 1 ruangan di kantor dengannya yang dengan hanya dipisahkan oleh tembok setinggi mata hati,aku baru tau 2 bulan setelah pertama kali kerja kalo namanya adalah CINTA dalam bahasa Sunda. Itupun tau dari teman :)

*hmmm…Cinta? Namaku juga artinya cinta dalam bahasa jepang (ai) walo sedikit memaksa

Waaaahhh, semoga keluarga kami menjadi keluarga yang penuh cinta yaaah. Insya Allaah. (Aamiin)
Memang kami sudah jodoh kali yaaa, sudah namanya sama (maksa!), banyak yang bilang kami mirip lhooo.

Yaa iyalah mirip, kan aku diciptakan dari tulang rusuknya.
Tapi sampai detik ini, kami belum menemukan tuh dimana kemiripannya. Hehehehe

Okeh! Back to 2008

6 bulan setelah tau namanya, ato 8 bulan setelah aku bekerja satu ruangan dengannya, ato tepat 1 tahun sebelum kami merencanakan pernikahan, ato nov ’08.
Barulah kami saling menyapa, dan dari situlah semua berawal dan semuanya terjadi.

Ow ow ow ow ow. zenk zeeeeeeenk.
*hooo iya, knp begitu lama baru bisa saling menyapa? Karena aiu yang dulu adalah aiu yangn begitu cuex terhadap orang lain dan galax.

Mungkin takut karena serem (galax)nya diri ini makanya suamiku dulu ga pernah menyapaku. Hehehe

1 tahun yang berat. Banyak hal yang terjadi. Tak mudah untuk bisa mewujudkan 16 Januari 2010. Ada tawa, tangis, suka, duka, bahagia, sedih, ketegaran, kekecewaan. Maha Suci Allaah yang telah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Jujur saja tidak sedikit air mata yang tak tertahan selama 1 thn itu. Tak perlu diceritakan dengan detail, karena banyak yang terlibat dalam skenario ini. Tidak hanya aku, suamiku dan juga Allaah. Banyak nama dan banyak mulut yang berbicara. Mungkin memang harus seperti ini jalan yang harus dilewati untuk mencapai kebahagiaan.
Kini baru kurasakan betapa indah menggapai kebahagiaan setelah melalui jerih payah terlebih dahulu. Agar aku dapat mengetahui betapa berharganya itu semua. Sesuatu yang didapati dengan susah payah, pasti akan sangat lebih berharga jika dibandingkan dengan mendapatkannya dengan cuma-cuma.

Bagaimanapun semua sudah berlalu, buka lembaran baru. Alhamdulillaah air mata itu sudah terhapuskan di 091109, dimana saat dia nyatakan niat sucinya untuk meminangku. Dan segala sakit terobati di 160110, dimana saat dia membaca hafalan surat Ar-Rahman sebagai mahar didepan keluarga, teman dan kerabat. Tanda cintanya yang tulus kepadaku karena Allaah, hanya kepadaku (insya Allaah).

Terima kasih Yah Yaa Rabb..
Aku semakin mencintai MU..

To Be Continued..

~Dinda~
Re-Post form hubbitucinta.blogspot.com
21 Feb 2010

*Dinda adalah panggilan dari suami sebelum hamil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>