Home » PARENTING » Penyebab Manusia Berperangai Buruk

Penyebab Manusia Berperangai Buruk

Berikut 7 faktor dominan sumber perangai buruk.

1. Melupakan Tuhan
Sudah menjadi tabiat manusia, jika ditimpa kesusahan dan kesulitan hidup dia akan berdoa dan memohon kepada Tuhan agar kesulitannya dihilangkan. Sayangnya, ketika kesulitan itu sirna dengan segera dia kembali melupakan Tuhan. Tuhan hanya diingat saat dibutuhkan.

2. Bangga, Riya’ dan Sombong
Ibarat bangunan tiga lantai. Bangga berada di lantai dasar. Penyakit hati yang merupakan rasa besar hati karena punya kelebihan dan keunggulan. Dan lupa bahwa Tuhan yang telah memberikan segalanya itu dan bukan karena usahanya sendiri. Dilantai dua adalah riya’, memperlihatkan suatu amal kebaikan kepada sesama manusia. Dan tingkat tertinggi adalah sombong. Merasa diri besar dan tinggi karena adanya kesempurnaan pada diri. Namun jika sadar karunia itu datang dari Tuhan, maka tidak termasuk sombong. Sombong lebih cenderung menolak kebenaran yang datang dari pihak lain.

3. Tidak Bersyukur dan Mudah Putus Asa
Jika mendapatkan nikmat, gembira namun tidak bersyukur. Jika nikmat hilang atau tidak tercapai, putus asa.

4. Kikir dan Berkeluh Kesah
Kikir atau pelit adalah penyatkit hati karena terlalu cinta pada harta sehingga tidak mau bersedekah. Menandakan tidak percaya kepada rezeki yang dijanjikan Tuhan. Kikir juga muncul karena ketakutan ada yang menyaingi harta yang telah dikumpulkan. Sehingga timbul keluh kesah merasa paling susah di seluruh dunia, karena ada yang lebih darinya.

5. Melampaui Batas
Ketika seseorang diberi rezeki oleh Tuhan, akan berujung pada dua hal: merasa cukup dan bersyukur atau merasa belum cukup. Sehingga selalu ingin lebih dan lebih.

6. Tergesa-gesa
Tergesa-gesa merupakan cerminan seseorang yang kurang berpikir dan kurang hati-hati sehingga hilang kemantapan dan ketenangan dari kesabarannya.

7. Suka Membantah

Ketika anak berperangai buruk dan menyimpang, kemungkinan akibat dari 7 faktor dominan di atas. Seyogyianya orangtua langsung mencari penyebabnya dan dari titik itulah orangtua mulai mengadakan perbaikan. Lakukanlah hal-hal berikut.

1. Aktifkan Pradigma Fitrah
Anak kita adalah manusia baik dan punya kecenderungan untuk kembali menjadi baik sebab pada hakikatnya, anak kita punya Fitrah Ilahiah.

2. Berdoalah kepada Tuhan
Berdoalah. Dengan niat hanya kepada Allah, memohon dan meminta pertolongan. Karena hanya Allah yang Maha membolak balikan hati.

3. Teliti Faktor Dominan
Teliti faktor dominan dan kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Temukan faktor penyebabnya dan masuki dunia anak untuk membantu menyadarkannya.

Sumber : Munif Chatib. Orangtuanya Manusia. Bandung: Kaifa 2012
*Dengan sedikit editan, namun tidak merubah isi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>