Home » APA AJA » Tilawah Bagi Pemula

Tilawah Bagi Pemula

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Fenomena Komunitas Tilawah sungguh luar biasa, ba’da munculnya komunitas tersebut, banyak bermunculan komunitas-komunitas kebaikkan lainnya. Tahajjud, Dhuha, Hafalan, Kajian dan lain sebagainya.

Diantara sekian banyak ada dua komintas yang belum saya temukkan.
1. Komunitas Dzikir
2. Komunitas Tilawah untuk pemula.

Dan dalam perjalan, akhirnya saya bentuk komunitas dzikir dengan nama KOMIK, Agustus 2014. KOMIK di bentuk untuk  membiasakan dzikir pagi dan petang. Karena saya pribadi selalu banyak lupa untuk masalah dzikir pagi petang ini. Dengan adanya KOMIK saya berharap bisa menjadi semangat dan pengingat minimal untuk saya yang sering alpha. Grup KOMIK hanya ada 2, tidak banyak. Karena bukan banyak grup tujuan utama saya. Jika memang kedepannya menjadi banyak, itu adalah bonus ujian dari Allah. Dan karena keterbatasan saya juga, maka grup KOMIK saya batasi.
Beberap bulan berjalan, muncul Komunitas dzikir lainnya. Alhamdulillaah.
Artinya mereka yang tidak tahu KOMIK dan ingin bergabung di komunitas dzikir mempunyai wadah lain yang pas. Dan grup KOMIK tetap istiqamah di 2 grup.
Kenapa tidak bubar saja, cuma 2 grup dan ada Komunitas lain yang sejenis? KOMIK adalah grup dzikir, namun tidak terpaku pada dzikir Alma’Tsurat. Itulah yang membedakan KOMIK dan komunitas dzikir lainnya dan yang membuat saya tetap bertahan. Sampai saat ini KOMIK masih istiqamah di 2 grup, alhamdulillaah. Semoga Allah memudahkan saya untuk bisa merangkul lebih banyak muslim untuk belajar membiasakan berdizikir pagi dan petang.

(Al-‘Aĥzāb):41 – Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.
(Al-‘Aĥzāb):42 – Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.

Hampir bersamaan dengan KOMIK, saya juga berpikir untuk membentuk Komunitas Tilawah untuk pemula, bagi mereka yang belum mampu setengah juz sehari apalagi satu juz. Namun diri ini mempunyai keterbatasan jika semua harus dijalankan sendiri. Karena itu mencoba meminta tolong kerjasamanya dengan pihak yang lain agar mampu di jalankan dan di menej dengan baik. Namun sayang, 6 bulan berjalan tidak ada kata sepakat. Entahlah, namun saya mencoba berusaha untuk husnuzhon. Kecewa? Ya, ada. Wajar bagi seorang manusia. Sekali lagi, bagi saya bukanlah menjadi komunitas besar dengan banyak grup adalah tujuan utamanya. Itu hanyalah bonus ujian.
2014 penduduk Indonesia sekitar 250 juta jiwa. Dengan muslim kurang lebih 80% nya yaitu 200 juta jiwa. Anggap saja 10% nya saja adalah mereka yang sudah baligh yaitu 20 juta jiwa, berapa banyak mereka yang sudah mampu tilawah setengah juz? Satu juz? Dua juz? 3 Juz? Adakah 10% nya dari 20 juta jiwa? Jika ada Alhamdulillaah. Lalu bagaimana dengan 90% lainnya? Tidakkah mereka berhak mengikuti komunitas kebaikkan juga? Tidakkah mereka berhak untuk belajar untuk membiasakan tilawah? Bahkan 1 halaman belum tentu dibaca dalam sehari, 1 Juz belum tentu khalas dalam sebulan dengan beribu-ribu alasannya. Bahkan Al Qur’an mungkin hanya sebagai lambang, dipojokkan tak tersentuh berdebu dan sebagai formalitas mahar. Semua muslim berbeda-beda latar belakang bibit bebet bobotnya tidak bisa disamaratakan. Jika lingkungan antum adalah lingkungan dimana banyak orang sholeh/ah yang tak lepas dari tilawah. Maka, coba sekali-kali antum tengok di lingkungan sebelah, sungguh masih banyak muslim yang sholat saja tidak apalagi tilawah.

Sungguh mereka juga berhak untuk bahagia merasakan indahnya Islam. Jika kita tak mampu merangkul semua, maka rangkullah semampu kita. Mengajak pada kebaikkan, mengajak untuk mendekat pada Allah. Namun sayangnya, yang tersedia sekarang ini hanyalah komunitas bagi mereka yang sudah istiqamah. Kemanakah harusnya mereka yang belum istiqamah? Disingkirkan. Yaa disingkirkan, ini yang saya banyak temui di lapangan. Meski tidak semua dan tidak bisa di generalisasikan, namun tetap saja saya pernah temui hal ini dan sungguh sangat menyayangkan.

Komunitas Tilawah Pemula sudah berjalan 6 bulan dengan keterbatasannya dan akhirnya dinamakan ODOL DEWASA. Belum diumumkan secara terbuka, namun waiting list terus berdatangan dengan SDM yang sangat terbatas. Maksud hati mengajak pihak lain kerja sama, namun sayang ODOL DEWASA belum dapat diterima. Dengan 5 grup yang sudah berjalan, tak mungkin untuk mundur dan saya pun tak ingin mundur meski dengan diri yang sangat terbatas ini. Majupun susah, karena SDM kami hanya ber 4.

Namun Bismillaah.. Dengan izin Allah, dengan bantuan Allah, dengan do’a sahabat semua, saya akan pertahankan grup ini. Berjalan independent dengan segala kekurangan. Semoga Allah memudahkan saya dan tim untuk bisa merangkul lebih banyak muslim untuk belajar membiasakan tilawah. Yang masih terbata-bata, yang masih belum mampu memenej waktunya, yang masih belum terbiasa tilawah, semoga dengan adanya ODOL DEWASA ini menjadi tempat belajar kita bersama.

Namanya ODOL DEWASA tapi tidak terikat untuk hanya tilawah selembar sehari, bahkan yang hanya mampu tilawah beberapa ayat tetap kami terima. Adapun yang mampu 2-3 lembar sehari. Intinya adalah SEHATI (Setiap Hari Tilawah) dan bertahap menaikkan target tilawah hingga mampu terbiasa minimal 1 juz.

Siapa yang bisa menjamin mereka yang bisa tilawah 10 juz sehari yang akan memasukki Syurga NYA lebih dulu? Tidak ada.
Mungkin saja sahabat Syurga mu adalah mereka yang hari ini masih terbata-bata dalam tilawah.

(Fuşşilat):33 – Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”

(‘Āli `Imrān):104 – Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

29 Juni 2015
Puci, Ummu Kafaa

Semoga dengan tulisan singkat yang tak berarti ini, banyak pejuang Allah yang mau mendukung kami dan berjuang bersama menjadi bagian dari tim ODOL DEWASA.

In syaa Allah Indonesia satu saat nanti menjadi masyarakat yang terbiasa tilawah.
Aamiin.. Laa Haula Walaa Quwwata illaa billaah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>