Home » AIUNA » Suamiku Hebat

Suamiku Hebat

Entah calon ummi yang lain. Tapi bagiku sebagai calon ummi, awal kehamilan ‘cukup’ memabukkan. Susah makan, pusing, mual, muntah.

Sangat sensitif dengan bau-bauan, terutama sabun yang wangi dan goreng-gorengan. Baik itu minyak goreng, sedang menggoreng maupun gorengan yang sudah jadi. Apalagi kalau ada tukang goreng keliling. Huuuffft.. Masya Allaah.. Karena itu sangat jarang mengkonsumsi jenis gorengan.

Alhamdulillaah nya, ngidam ini tidak terlalu sulit permintaannya. Eh, pernah ding, satu hari aku ingin makan sate balung alias sate tulang yang mungkin cuma ada di Semarang. Hihihi…

Tapi alhamdulillaah lagi, calon anakku ternyata pengertian seperti orang tuanya. Karena tahu susah didapat, akhirnya cuma kesampaian makan sate madura deh. Hehehe (Nggak apa ya Nak? :) Kalau sudah besar nanti insya Allaah ummi dan abi ajak ke Semarang, tempat lahir ummi dan sate balung.

Anehnya, saat itu makan begitu lahap dan satenya begitu wangi. Namun beberapa hari kemudian, tiap kali angin mengirim aroma pembakaran sate -kebetulan dekat rumah ada tukang sate- kepala ini langsung pusing, hidung tak kuat menahan aromanya, otak dengan segera mengirim sinyal ke perut. Alhasil isi perut seperti ada yang berontak , demo ingin keluar. Tak heran kemana-mana, aku selalu membawa ‘oksigen’ alias minyak kayu putih.

Banyak hal aneh dan lucu yang terjadi di masa ngidam ini, bahkan mungkin akan terasa tersiksa jika dijalani dengan ketidak ikhlasan. Alhamdulillaah semua itu bisa ku lewati berkat kesabaran, perhatian, dan kesiagaan suamiku. Semua pekerjaan tak diijinkannya aku kerjakan, kecuali yang ringan. Segala yang aku inginkan, selalu diusahakan untuk dipenuhi. Dari mulai hampir tiap pagi dengan setia memijat leherku saat sedang mengeluarka isi perut. Memasak buatku, sampai tiap malam mengantarku jalan-jalan hanya untuk mencari makanan yang sedang aku idamkan. Membuatkan aku susu yang dengan 1/2 hati harus aku minum, karena rasanya yang tidak enak. Mencarikan es batu untuk minum ku, karena lemari esnya belum sempat kami ambil di toko yang tersedia, sedangkan aku tak ingin minum jika tidak dengan air yang sangat dingin. Bolak-balik pasar mencari buah yang aku ingin. Bolak-balik membeli makanan yang aku ingin, karena tiap detik selera makanku bisa berubah.

Awal kehamilan tak hanya membuatku cukup mabuk, tapi juga kehilangan ‘mood’ dan emosi yang tidak stabil .

Lebih banyak diam, rasanya ingin tiduuurrr terus, agar tidak terasa mual dan pusing. Dengan sabar dan penuh perhatian, suamiku selalu memberikan semangat. Selalu mengingatkan ku untuk berdzikir, tilawah bersama untuk membiasakan buah hati kami mendengar kebaikan mulai dari kandungan, membelikan buku pengetahuan untuk calon ummi dan buku lainnya yang bermanfaat. Hasilnya sekarang jadi ketagihan baca buku dan tilawah deh. Suamiku juga tidak henti-hentinya menghiburku meski tak jarang aku acuhkan. (Maaf yaa Bi… Love U, Fillaah).

Kadang aku merajuk dan marah tak jelas . Kadang aku suruh menjauh, karena tak suka dengan aroma sabun yang baru dipakainya. Dan yang paling membuatku sedih, aku begitu cuek pada suamiku. Sebenarnya, aku sangat tidak ingin seperti itu. Namun, bagaimana lagi. Masa Ngidam, perut dan kondisi badan sedang tidak bisa di ajak kerja sama. (Sabar yaa Bi…^^).

Aku tahu, terkadang di wajah dan matanya terlihat rasa lelah, tapi tak pernah ia mengeluh, tak pernah marah. Semuanya di lalui dengan tulus. Paling-paling cuma bilang : “trus siapa nanti yang makan, abi kenyang nanti mubazir.” -Itu saat aku hanya makan sedikit dari beberapa makanan yang kupesan dan sisanya mubazir.-

Alhamdulillaah, tak henti-hentinya aku mengucap syukur pada Mu Yaa Rabb. Engkau labuhkan ‘sampan’ ini di ‘dermaga’ cintanya yang terbaik. Aku begitu merasakan Kasih Sayang Mu melaluinya. Aku bangga pada suamiku. SUAMIKU HEBAT!!! .

Maafkan ummi yah abi, atas sikap dan ucapan yang tidak berkenan selama ini. Maaf belum bisa memberikan yang terbaik dan telah banyak membuat mu kecewa. Tapi percayalah, hari demi hari ummi selalu berusaha belajar untuk menjadi terbaik untuk mu dan malaikat kecil kita.

Do’akan ummi yah, agar selalu semangat belajar menjadi istri dan ummi yang lebih baik. Mampu mengajarkan malaikat kecil kita menjadi anak yang soleh/solehah. Yang sangat mencintai ALLAAH, mencintai RasulNya, mencintai Al-Qur’an, mencintai makhlukNya, mencintai keluarganya, mencintai orang tuanya dan menjadi anak yang bermanfaat bagi makhlukNya. Aamiin Yaa Rabb..

I LOVE U Much, Fillaah..

We LOVE U Abi..

~For my beloved husband Tresna Fuziandi – Happy 5th Months Anniversary ^^~

Re-Post from hubbitucinta.blogspot.com
13 Juni 2010

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>